Festival Film Pelajar Indonesia 2010 memasuki hari kedua. Antusiasme filmmaker pelajar untuk mengikuti acara semakin meningkat. Jumlah pengunjung yang datang hampir melampaui kapasitas gedung. Panitia terpaksa menambah jumlah kursi di gedung Art Cinema FFTV IKJ. Panitia sempat khawatir pengunjung membludak. Namun akhirnya terkendali. Kegiatan pun berjalan lancar dan mencerahkan pengunjung melalui sharing pengalaman filmmaker dan klinik film. MC yang keren dan kreatif pun menyegarkan suasana.
Kegiatan juga berjalan dinamis, terbukti dari Klinik Film Pendek yang menjadi pembuka acara pada pukul 09.00 WIB, yang diisi oleh Sutradara Film Dokumenter Pabrik Dodol, Ari Rusyadi. Kegiatan ini mampu menyedot puluhan pertanyaan dan komentar. Ari Rusyadi sebagai sutradara film dokumenter Pabrik Dodol mencoba menjelaskan pemahaman dokumenter yang terdapat pada filmnya. Ari bercerita tentang bagaimana menciptakan karakter serta gaya penuturan dalam film tersebut hingga mampu mendapatkan beberapa penghargaan festival dokumenter baik nasional maupun internasional. Ari sebagai alumni FFTV IKJ mengajak filmmaker pelajar untuk selalu melihat sesuatu yang sederhana untuk bisa diangkat menjadi sesuatu yang luar biasa. Pemuda asal kabupaten Garut ini berbagi pengalaman saat melaksanakan produksi film dokumenternya. Mulai dari tahap praproduksi hingga proses editing yang mampu membuat para peserta tertarik membahas teknik dan konsep editing pada film tersebut. Dari klinik ini Ari memberikan pesan kepada filmmaker pelajar, “penilaian penonton terhadap apa yang dia tonton akan berbeda-beda, namun buatlah sederhana agar penonton dapat mengerti apa yang kita buat.”
Pabrik Dodol adalah film karya tugas akhir Ari Rusyadi di Jurusan Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta yang telah mendapatkan apresiasi dari berbagai festival film. Diantaranya adalah Hamburg International Short Film Festival Jerman, Hannover International Short Film Festival, St. Petersburg Student Film Festival, Poitier Student Film Festival, FFI Australian 2009, Indonesian Euro Film Festival 2009, International Collage Peace Film Festival 2009 China, dll.
Narasumber kedua yang hadir dan berbicara adalah Kuntep Tarawa, seorang animator, mahasiswa tingkat akhir FFTV IKJ. Berbeda dengan Klinik Film sebelumnya, Kuntep lebih mengangkat pembahasan kekurangan dan kelebihan film animasi peserta FFPI 2010. Dengan pembahasan tersebut para peserta diharapkan dapat memahami kekurangan dan kelebihan karyanya sendiri. “Karena pemahaman tentang animasi akan semakin luas jika kita mampu menciptakan teknik animasi yang berbeda-beda dan baru, tidak sebatas apa yang kita biasa lihat di televisi” kata Kuntep. Banyak pertanyaan tentang bagaimana menciptakan sebuah animasi yang menarik dan tidak tergantung pada software. Pemuda kelahiran Samarinda ini menekankan, jika otak manusia lebih pintar dari sebuah komputer. Oleh karena itu sentuhan pribadi seorang animator akan turut menentukan kualitas dan kuantitas animasi yang dia buat. Kesimpulan dari klinik animasi pada acara FFPI 2010 yakni seorang animator adalah seniman sejati yang harus mengetahui dan menguasai beragam disiplin ilmu kesenian. Sementara itu penguasaan software tetap diperlukan untuk mendukung sumber penghidupan (profesi). Kuntep mengakiri diskusi dengan kalimat menarik, “Ketahuilah ragam animasi, perbanyak bereksperimen, dan jangan hapalkan teori, namun pahamilah!”
Seiring dengan kegiatan utama di gedung Art Cinema FFTV IKJ, penjurian untuk menentukan sutradara terbaik juga dilakukan di ruang sidang FFTV IKJ. Dewan juri melakukan wawancara terhadap para pelajar yang karyanya menjadi nominee. Setelah melalui proses yang cukup panjang dari pagi sampai sore, maka dewan juri akan melakukan rapat tertutup untuk menentukan sutradara terbaik. Pengumuman akan dilakukan pada hari Minggu, 13 Juni 2010, bersamaan dengan acara penutupan FFPI 2010.
8 min 48 sec ago
10 min 20 sec ago
12 min 46 sec ago
13 min 59 sec ago
1 day 6 hours ago
1 day 8 hours ago
2 days 11 hours ago
2 days 16 hours ago
4 days 5 hours ago
4 days 5 hours ago